Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal GeNose buatan prof dr Eng kuwat triyanma dari unifversitas gajah Mada

GeNose

Mengenal  GeNose buatan prof dr Eng kuwat triyanma dari unifversitas gajah Mada 


GeNose adalah suatu alat deteksi suatu penyakit atau virus yang sedang dikembangkan oleh prof dr Eng Kuwat Triyanma  universitas UGM dan berrkerja sama dengan Badan Intelijen TNI. GeNose sendiri berkerja sebagai alat untuk mendeteksi suatu virus dalam tubuh manusia hanya dengan udara yang dikeluarkan dari nafas seseorang. 

GeNose C-19 milik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bisa menjadi alternatif alat skrining COVID-19 harus diproduksi secara masif untuk memperluas jangkauannya di Indonesia, kata salah seorang legislator di Jakarta.

“Saya optimistis GeNose bisa diproduksi massal sehingga masyarakat luas bisa mendapatkannya dengan mudah,” tegas Elva Hartati, anggota Komisi IX Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Produksi massal GeNose akan memperkuat kemampuan deteksi dini Indonesia, katanya, seraya menambahkan bahwa tingkat akurasi skrining penyakit novel coronavirus (COVID-19) diklaim mencapai 90 persen.

Apalagi, harga jual produk inovatif tim peneliti UGM yang sudah mendapat izin edar Kementerian Kesehatan RI sejak Desember 2020 juga jauh lebih rendah dibanding uji antigen, ujarnya.

Menurut situs resmi universitas yang dikutip ANTARA, Kamis, soft launch alat penguji nafas COVID-19 ini dilakukan di Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta pada 3 Februari 2021.

Alat uji berbasis Artificial Intelligence yang mampu mendeteksi "senyawa organik yang mudah menguap melalui nafas manusia" (UGM, 2021) ini juga akan digunakan untuk penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.


Sehubungan dengan GeNose C-19 UGM ini, Menteri Riset dan Teknologi Bambang P. S. Brodjonegoro sebelumnya telah menyatakan tidak akan menjadi pengganti swab testing (pengujian polymerase chain reaction (PCR)).

Pada Rabu, Brodjonegoro dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memeriksa aplikasi GeNose C19 yang dipasang di Stasiun Kereta Pasar Senen.


GeNose akan resmi digunakan untuk melakukan penyaringan COVID-19 penumpang kereta mulai 5 Februari dan nantinya juga akan dipasang di bandara.


Pemerintah Indonesia telah berjuang untuk memenangkan pertempuran melawan pandemi global COVID-19 sejak mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada 2 Maret 2020.


Pemerintah tidak hanya memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di Pulau Jawa dan Bali sejak 11 Januari 2021, tetapi juga melakukan program vaksinasi nasional yang dimulai pada 13 Januari 2021.


Sejak 26 Januari 2021, tingkat infeksi COVID-19 di Indonesia telah melebihi satu juta kasus sejak Presiden Widodo secara resmi mengumumkan kasus COVID-19 pertama di negara itu pada 2 Maret 2020.

Tujuan diciptakanya GeNose ini adalah untuk meminimalisir penyebaran dari seseorang yang terdeteksi terjangkit virus tersebut dan dapat langsung ditangani oleh pihak kesehatan sehingga tidak lagi tertular pada orang lain.

semoga saja adanya vaksinasi dan GeNose ini dapat mengurangi volume tingkatan kasus baru virus corona diindonesia.

Post a Comment for "Mengenal GeNose buatan prof dr Eng kuwat triyanma dari unifversitas gajah Mada "